Arsip Bulanan: September 2011

Tentang Air

Tubuh manusia sebagian besar tersusun oleh air. Bayi dan anak-anak kecil terdiri dari kira-kira 80% air, orang dewasa 60-70%, dan manula 50-60%. Bayi memiliki kulit yang tampak segar dan muda karena sel-sel mereka mengandung banyak air. Sangatlah penting bagi tubuh manusia agar selalu diberi banyak air yang segar dan baik.

Air yang memasuki tubuh diserap oleh sistem pencernaan sebelum diangkut menuju sel-sel di seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Semakin banyak air menyebabkan darah mengalir lebih baik sehingga mendorong efisiensi metabolisme. Air yang baik juga memiliki efek mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Oleh karena itu orang dewasa sebaiknya minum setidaknya 6-8 gelas setiap harinya, dan lansia sebaiknya minum setidaknya 5 gelas.

Kapankah waktu yang tepat untuk minum air?

Jika mengonsumsi terlalu banyak air tepat sebelum makan, lambung menjadi penuh sehingga kita kehilangan nafsu makan. Dan jika minum air saat makan, air akan mengencerkan enzim-enzim pencernaan dalam lambung sehingga pencernaan dan penyerapan makanan mejadi lebih sulit. Oleh karena itu, jika harus minum air saat makan, sebaiknya kita menghindari minum lebih dari satu gelas setiap kali makan.

Ada sebagian dokter yang menyarankan orang-orang untuk minum air sebelum tidur atau saat mereka terbangun pada malam hari—bahkan jika mereka tidak haus—untuk mencegah darah mengental. Namun, Hiromi Shinya yang merupakan Guru Besar Kedokteran Albert Einstein College of Medicine USA tidak setuju dengan kebiasaan ini. Menurutnya, kita sebaiknya menghindari minum air sebelum tidur jika ingin mencegah aliran balik. Bahkan walaupun hanya air, jika air bercampur dengan asam lambung, memasuki tenggorokan, dan terhirup ke dalam paru-paru, kita akan menghadapi resiko menderita pneumonia.

Cara ideal untuk mencukupi kebutuhan tubuh kita adalah dengan minum air setelah bangun tidur pada pagi hari dan satu jam sebelum setiap kali makan. Jika yang diminum hanya air, air akan mengalir dari lambung menuju usus dalam 30 menit, dan oleh karena itu, tidak akan menghambat pencernaan ataupun pencernaan.

Rutinitas minum air Hiromi Shinya sehari-hari:
1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari
2-3 gelas 1 jam sebelum makan siang
2-3 gelas 1 jam sebelum makan malam

Tentu saja, ini hanya salah satu cara untuk melakukannya. Pada saat cuaca panas, semua orang memerlukan lebih banyak air, terutama mereka yang banyak berkeringat. Namun, orang-orang yang memiliki sistem pencernaan yang lemah dapat mengalami diare jika mereka terlalu banyak minum air. Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda bergantung pada ukuran tubuh orang tersebut dan perlu ditentukan oleh apa yang dianggap sesuai untuk tubuh setiap orang. Jika 6 gelas air menyebabkan diare, kurangilah jumlah air yang diminum menjadi 1,5 gelas 3 kali sehari, dan perlahan tingkatkan jumlahnya seiring dengan waktu.

Dalam udara dingin, hangatkanlah air dan kemudian minumlah dengan perlahan. Minum air dingin akan mendinginkan tubuh. Disebutkan bahwa suhu tubuh saat enzim menjadi paling aktif adalah sekitar 36-40 derajat celcius. Terlebih lagi, jika suhu tubuh meningkat 1 derajat celcius saja dalam batasan ini, dikabarkan bahwa sistem kekebalan tubuh meningkat keefektifannya sebesar 35%. Hiromi Shinya percaya bahwa demam yang terjadi saat penyakit melanda adalah bagian pertahanan alami tubuh karena meningkatnya suhu tubuh mengaktifkan enzim-enzim ini.

Air memiliki banyak fungsi dalam tubuh manusia, tetapi fungsi terbesar adalah untuk melancarkan aliran darah dan mendorong metabolisme. Dalam kedua proses tersebut air akan mengangkut vitamin dan oksigen untuk memberi makan sel-sel tubuh melalui darah. Asupan air yang cukup akan membantu mengencerkan darah, sehingga memperlancar suplai oksigen ke otak. Air juga mengaktifkan kehidupan bakteri dalam usus dan enzim, juga mengeluarkan kotoran dan racun. Dioksin, polutan, bahan-bahan tambahan makanan, dan karsinogen semua dibilas keluar dari tubuh oleh air yang baik.

Oleh karena seluruh alasan tersebut, orang-orang yang tidak banyak minum air akan lebih mudah jatuh sakit.

Jika minum banyak air yang baik, kita akan semakin sulit jatuh sakit. Saat air melembabkan area-area dalam tubuh yang paling mudah diserang oleh bakteri dan virus, seperti daerah bronkus serta mukosa lambung dan usus, sistem kekebalan tubuh pun teraktifasi sehingga menyebabkan area-area tersebut sulit diserang oleh virus.

Sebaliknya, jika air yang dikonsumsi kurang banyak, membran mukus pada bronkus akan mengalami dehidrasi dan mengering. Dahak dan lendir diproduksi dalam bronkus (yaitu pipa saluran pernapasan), tetapi jika tidak ada air yang cukup, dahak dan lendir akan menempel pada bronkus sehingga menjadi tempat berkembang-biaknya bakteri dan virus.

Air tidak hanya terdapat di dalam pembuluh darah, tetapi juga memiliki peran aktif dalam pembuluh getah bening sehingga membantu menjaga kesehatan kita. Jika pembuluh darah dalam tubuh manusia bagaikan sebuah sungai, sistem pembuluh getah bening dalam tubuh manusia bagaikan pipa pembuangan. Pembuluh getah bening memiliki fungsi penting untuk menjernihkan, menyaring, dan mengangkut kelebihan air, protein, dan kotoran melalui peredaran darah. Di dalam pembuluh getah bening terdapat zat-zat antibodi yang disebut gamma globulin yang berfungsi dalam kekebalan tubuh dan enzim yang disebut lisozom yang memiliki efek anti bakteri. Agar sistem kekebalan tubuh kita berfungsi dengan baik, air yang baik benar-benar dibutuhkan.

Air penting bagi seluruh bagian tubuh. Tubuh tidak akan dapat bertahan tanpa adanya cukup air. Jika air tidak didistribusikan secara merata, orang itu tidak hanya akan kekurangan gizi, kotoran dan racun juga akan terakumulasi di dalam sel dan tidak dapat diekskresikan. Kemungkinan terburuk, racun yang terakumulasi akan merusak gen sel-sel tersebut, dan menyebabkan sebagian sel berubah menjadi sel-sel kanker.

Air memiliki fungsi yang sangat luas dalam tubuh, baik untuk meningkatkan aliran sistem pencernaan maupun aliran cairan darah dan getah bening.

Fungsi mikro air adalah menyediakan nutrisi serta menerima dan membuang kotoran dari ke-60 triliun sel tubuh. Fungsi mikro ini, yang menghasilkan energi dan menguraikan radikal bebas, juga melibatkan banyak enzim.

Dengan kata lain, jika air tidak didistribusikan secara tepat ke seluruh 60 triliun sel, enzim tidak akan dapat memenuhi fungsi tersebut dengan baik. Agar enzim bekerja dengan benar, tidak hanya berbagai nutrisi mikro seperti vitamin dan mineral yang dibutuhkan, tetapi juga media yang membawa nutrisi-nutrisi ini untuk ditransportasikan, yaitu air.

Terlebih lagi, jumlah air yang dikeluarkan seseorang setiap harinya, termasuk keringat yang menguap, dikabarkan sekitar 10,5 gelas. Tentu saja makanan juga mengandung air, tetapi bahkan setelah mempertimbangkan hal itu, kita perlu mengganti setidaknya enam atau tujuh gelas setiap hari.

Saat Hiromi Shinya memberi tahu orang-orang untu minum cairan yang banya, sebagian orang berkata, “Saya tidak banyak minum air, tetapi saya banyak minum teh dan kopi.” Jika kita mgnonsumsi cairan selain air, seperti teh, kopi, minuman terkarbonasi, dan bir, bukannya menambahkan cairan ke dalam tubuh, sesungguhnya minuman-minuman ini menyebabkan dehidrasi. Gula, kafein, alkohol, dan zat-zat tambahan yang terkandung dalam minuman-minuman ini merenggut cairan dari dalam sel-sel tubuh dan darah sehingga darah di dalam tubuh menjadi lebih kental.

Jika haus, biasakanlah pertama-tama untuk minum air yang baik sehingga dengan pasti memberi tubuh kita cairan yang dibutuhkan.

Minum Banyak Air Yang Baik Mengurangi Berat Badan
Jika mengelilingi kota New York, kita akan sering berpapasan dengan orang-orang gemuk yang berjalan sambil membawa air botol. Ini karena banyak minum air dianggap efektif untuk berdiet. Pemikiran bahwa berat badan dapat berkurang hanya dengan minum air mungkin terdengan seperti tipuan, tetapi pemikiran itu mengandung sebagian kebenaran.

Saat kita minum air, saraf-saraf simpatetik mulai terstimulasi, mengaktifkan metabolisme energi serta mengingkatkan konsumsi kalori, dan hasilnya adalah berkurangnya berat badan. Saat kita menstimulasi saraf simpatetik, adrenalin disekresikan. Adrenalin mengaktifkan lipase dalam jaringan lemak yang sensitif terhadap hormon, yang kemudian menguraikan trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol sehingga tubuh menjadi lebih mudah membakar lemak yang tersimpan.

Ada beberapa laporan yang menunjukkan betapa besar peningkatan konsumsi kalori sebagai akibat minum air. Menurut laporan-laporan ini, dengan minum air sedikit lebih banyak daripada 2 gelas air secara teratur 3 kali sehari meningkatkan jumlah kalori yang dibakar dalam tubuh sebesar kira-kira 30%. Terlebih lagi, sekitar 30 menit setelah minum air, tingkat pembakaran kalori mencapai puncaknya.

Dengan kenyataan ini, menjadi jelas bahwa orang-orang yang kelebihan lemak sebaiknya membiasakan diri untuk minum setidaknya 6,5 gelas air yang baik setiap hari. Dan jenis air apakah yang paling efektif untuk tujuan ini? Air yang suhunya lebih rendah daripada suhu tubuh kita tetapi tidak sedingin es. Menurut hasil eksperimen, eir dingin bersuhu sekitar 21 derajat celcius akan meningkatkan konsumsi kalori. Air dingin dianggap bagus karena cukup banyak energi digunakan untuk menghangatkan air tersebut agar menyamai suhu tubuh. Tubuh manusia dilengkapi dengan berbagai cara untuk menstabilkan suhu tubuh. Ketika air dingin dikonsumsi, tubuh berusaha menghangatkan air itu secepat mungkin, dengan menggunakan berbagai cara untuk menaikkan suhunya agar setingkat dengan suhu tubuh.

Namun, ingatlah bahwa jika kita mencoba untuk meningkatkan konsumsi energi dengan cara minum air yang terlalu dingin, seperti air es, hasilnya akan menimbulkan efek sebaliknya. Ini terjadi karena air yang terlalu dingin akan mendinginkan tubuh dengan seketika sehingga menyebabkan diare dan berbagai masalah fisik lain.

Referensi:
Shinya, H. (2008). The Miracle of Enzyme: Self Healing Program. Bandung: qanita.

Bacaan lain:
Astawan, M. (2008). Sehat Dengan Buah. Jakarta: Dian Rakyat.
Hashman, A. (2008). Rasulullah SAW Tidak Pernah Sakit: Meneladani Pola Hidup Seahat Nabi Muhammad SAW. Bandung: hikmah.
Junger, A. (2011). CLEAN: Program Revolusioner Mengembalikan Kemampuan Alami Tubuh untuk Menyembuhkan Diri. Bandung: qanita.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.